June 24, 2022
Tiket Pesawat Mahal Hambat Pemulihan Wisata

Tiket Pesawat Mahal Hambat Pemulihan Wisata

Pengamat penerbangan dan analis independen Badan Usaha Penerbangan Nasional, Gatot Rahardjo, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat belakangan ini menghambat pemulihan pariwisata. Pasalnya, banyak pemudik yang menggunakan pesawat ke tempat-tempat wisata.

Masyarakat hingga Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Sandiaga Uno, juga mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat yang menghambat pariwisata. Wisatawan lebih banyak datang dengan pesawat,” katanya dalam keterangannya, Minggu (6 Desember).

Kondisi ini mengingatkan kita pada kondisi yang sama pada 2018-2019. Seperti kata pepatah, maskapai nasional saat ini jatuh dua kali di lubang yang sama!” tambahnya.

Menurut temuannya, harga tiket pesawat setelah Lebaran 2022 tampaknya tidak mengalami penurunan hingga saat ini. Maskapai masih mengenakan harga tiket di sekitar batas yang ditetapkan pemerintah (TBA).

“Silahkan cari di website maskapai penerbangan atau biro perjalanan online dan offline untuk harga tiket pesawat di kota lain lalu sesuaikan dengan SK Menteri Perhubungan No KM 106 Tahun 2019. Anda menemukan harga rata-rata di batas atas,” jelasnya.

Beberapa maskapai penerbangan juga mengenakan biaya tambahan minyak tanah. Pasalnya, sejak April hingga Juli 2022, pemerintah justru memberikan keleluasaan kepada maskapai untuk menambah biaya tambahan tersebut. Alasan untuk ini adalah bahwa harga Avtur meningkat sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.

penyebab kenaikan harga

Gatot mengatakan tarif avtur berperan dalam menaikkan harga tiket pesawat, menurut catatan dasar laut dari Departemen Perhubungan. Pasalnya, porsi harga penerbangan dalam biaya operasional penerbangan adalah 35 persen.

Jadi kalau harga avtur naik, otomatis biaya penerbangan juga naik,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan memperkirakan kenaikan harga juga dipengaruhi oleh jumlah pesawat yang digunakan. Artinya, permintaan lebih tinggi dari pasokan armada maskapai.

“Kementerian Perhubungan juga menjelaskan bahwa kenaikan harga ini terkait dengan penurunan jumlah pesawat, dari 550 pesawat sebelum pandemi menjadi hanya 350 pesawat sekarang. Hukum ekonomi juga berlaku yaitu supply lebih sedikit dari demand, sehingga pada akhirnya harga akan naik,” jelasnya.

Meski demikian, Gatot tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa kenaikan harga hanya berdampak pada harga avtur dan pengurangan jumlah pesawat.

Soal harga avtur, Gatot menilai penilaian pemerintah terhadap dampak harga tiket tidak sepenuhnya benar. Karena ada profit factor yang diambil maskapai setelah perhitungan kasar.

Sementara itu, dari sisi maskapai, kenaikan harga tidak semata-mata untuk mencari keuntungan. Namun mereka juga mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Alasan logisnya, maskapai saat ini sedang berusaha memulihkan pendapatan dan arus kas setelah keuangannya terkena dampak parah dari pandemi COVID-19,” katanya.

biaya tambahan bahan bakar
Sebelumnya, harga tiket pesawat jelang lebaran tentu akan lebih mahal. Pasalnya, Departemen Perhubungan mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket.

Imbalannya adalah kenaikan harga minyak dunia dan avtur. Oleh karena itu, Departemen Perhubungan mengizinkan maskapai penerbangan untuk mengenakan biaya tambahan bahan bakar pada perjalanan udara penumpang domestik.

Ketentuan ini AKAN diberlakukan untuk menjaga kelangsungan operasi penerbangan dan memastikan hubungan antar wilayah di Indonesia tidak terputus.

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Bagi Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Pada Angkutan Udara Berjadwal Komersial Dalam Negeri, yang mulai berlaku pada tanggal 18 April 2022.

Penetapan ini dilakukan setelah koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti maskapai penerbangan, asosiasi penerbangan, praktisi penerbangan, YLKI dan elemen terkait lainnya di bidang penerbangan,” kata Adimin amskehr. ).

Adita menjelaskan, kenaikan tarif avtur global sangat berdampak pada biaya operasional penerbangan.

Jika kenaikan biaya operasional penerbangan dipengaruhi lebih dari 10 persen, pemerintah dapat mengizinkan maskapai untuk menetapkan biaya tambahan seperti fuel surcharges. Ketentuan ini juga berlaku di negara lain, termasuk Filipina,” kata Adita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.